Cara Beli Saham Bagi Investor Pemula untuk Investasi Jangka Panjang

Semutku.com- Cara Beli Saham Bagi Investor Pemula untuk Investasi Jangka Panjang – Kini banyak orang yang mencari tahu bagaimana cara beli saham sebab tertarik dengan investasi di pasar modal.

Akan tetapi, banyak juga yang belum paham mengenai jual beli saham. Saham merupakan instrumen investasi yang menjadi bukti kepemilikan dari sebuah perusahaan atau bikti dari penyertaan modal.

Di dalam berinvestasi saham tak ada syarat. Dalam arti, semua orang yang telah punya karti tanda penduduk atau KTP dapat melakukannya.

Nah, disini kami akan membagikan Cara Beli Saham Bagi Investor Pemula untuk Investasi Jangka Panjang, simak di bawah ini informasinya.

BACA JUGA: OPPO A95 Harga dan Spesifikasi 2022

1. Menentukan Terlebih Dahulu Perusahaan Sekuritas

Hal yang pertama ialah menentukan perusahaan sekurita tempat anda bertransaksi saham. Perusahaan sekuritas ini adalah perantara untuk mjual beli saham serta membantu proses pembukaan rekening di Bursa Efek Indonesia.

Untuk bisa memolih perusahaan sekuritas, pastikan anda sudah terdaftar dalam BEI. Untuk bisa mendaftarnya bisa dicek lewat website resmi Otoritas Bursa.

2. Buka Rekening Dana Nasabah

Rekening dana nasabah atau RDN adalah rekening yang dipunya oleh para investor untuk mengerjakan transaksi jual beli di pasar modal. Untuk membukanya terdapat beberapa tahap, yakni:

  • Siapkan dokumen atau berkas yang dibutuhkan. Anda akan memerlukan KTP untuk warga negara Indonesia (WNI) atau kartu izin tinggal terbatas (Kitas) serta passpor untuk warga negara asing (WNA), nomor pokok wajib pajak (NPWP).
  • Jika pemohon adalah pelajar yang belum memiliki NPWP, maka bisa melampirkan NPWP punya orang tua.
  • Apabila pemohon adalah ibu rumah tangga, maka dapat melampirkan NPWP punya suaminya. Siapkan juga fotokopi bagian depan buku tabungan yang Anda miliki dan siapkan materai sebanyak dua lembar.
  • Langkah selanjutny, pilihlah sekuritas tempat Anda membuat rekening tersebut. Anda dapat memilih bank sekuritas yang telah mendapat pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan atau OJK.
  • Isi fomulir dan semua informasi yang dibutuhkan.
  • Lalu, anda bisa menyetorkan deposito awal pada RDN tersebut. Nilai setoran awal dari setiap bank sekuritas berbeda-beda. Umumnya ada sekitar Rp 100 ribu sampai Rp 3 juta.

BACA JUGA: Faktor Rencana Trading Gagal Hasilkan Cuan

3. Pilih Saham

Jika sudah punya RDN, anda bisa langsung pilih saham yang akan anda beli. Untuk bisa memilihnya, anda dapat memakai aplikasi puya sekuritas.

Akan tetapi, sebelum putuskan untuk membeli saham dari sebuah perusahaan, pastikanlah anda sudah baca laporan keuangan serta hal-hal yang berkaitan dengan kinerja perusahaan tersebut.

Saham yang akan dipakai investasi jangka panjang perlu dipikirkan dengan baik. Belilah saham dari perusahaan yang punya nilai fundamental bagus.

BACA JUGA: Cara Sukses Bisnis Kuliner Online

4. Pantau Pasar

Jika telah membeli saham, lalu anda dapat memantau kondisi pasar dari waktu ke waktu. Tak harus mengecek portofolio setiap hari, namun hanya pantau saja dari sosial media yang memang mengulas harga saham setiap harinya.

Anda bisa tambahka saham yang dimiliki dengan cara membelinya ketika nilai pasar tengah turun, supaya dapat menghasilkan keuntungan besar di kemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.