Jenis Investasi yang paling populer di indonesia

Semutku.com – Hallo sahabat media pengguna internet, kembali lagi dengan mimin yang selalu memberikan informasi terbaru. Kali ini mimin akan membahas dalam dunia bisnis mengenai Jenis Investasi yang paling populer di indonesia.

Investasi ini banyaknya dilakukan oleh kalangan orang-orang kaya ataupun pengusaha, tentunya orang yang kalangan berpenghasilan rendah pun bisa berinvestasi.

Karena hal ini berdampak besar pada pertumbuhan investasi di indonesia, pendidikan financial yang semakin merata untuk bersaing dan juga turut meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa akan pentingnya berinvestasi.

Disini kami jelaskan bahwa investasi terbagi menjadi dua bagian yaitu dengan jangka waktu pendek ataupun jangka waktu panjang.

Baca Juga : Peluang Bisnis Paling Menjanjikan Yang Mungkin Harus Kalian Coba

Investasi Jangka Panjang dan Investasi Jangka Pendek

Banyaknya instrument investasi yang tersedia memberi lebih banyak pilihan kepada investor. Tetapi Mesti dipahami, tidak semua instrument investasi cocok untuk semua investor.

Ada beberapa hal yang biasa menjadi bahan pertimbangan dalam memilih instrument investasi. Selain tujuan investasi dan profil resiko investor, kalian juga perlu mempertimbangkan jangka waktu untuk investasinya.

Dilihat dari jangka waktunya, investasi menjadi dua kategori. Keduanya adalah investasi jangka panjang dan investasi jangka pendek.

1. Investasi Jangka Waktu Panjang

Setiap instrument investasi yang mask kedalam kategori ini butuh waktu bertahun-tahun untuk menghasilkan return.

Tidak jarang, seorang investor harus menahan dan menyimpan investasi ini hingga 10 tahun sebelum menjualnya dan merealisasikan return. Bahkan tidak sedikit investasi jangka waktu panjang yang hanya dibeli tanpa dijual kembali.

Meski membutuhkan waktu yang relatif lama untuk menghasilkan keuntungan. Investasi jangka panjang umumnya memiliki keuntungan yang lebih bagus dibandingkan dengan investasi jangka waktu pendek. Tetapi, Sebagai resiko dari investasi jangka panjang umumnya lebih tinggi.

Untuk memaksimalkan potensi dari investasi jangka panjang, kalian harus memiliki modal yang cukup besar.

Selain itu juga harus menerima fakta bahwa sebuah investasi jangka panjang bisa saja terus merugi selama beberapa tahun pertama, untuk karena itu perlu kalian analisis yang cukup mendalam sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam jangka panjang.

Ada banyak instrument investasi yang masuk kedalam kategori investasi jangka panjang, contoh salah satunya yang paling populer yaitu dengan investasi jenis saham.

2. Investasi Jangka Waktu Pendek

Jenis investasi ini memiliki periode yang cukup pendek dengan hasil keuntungan yang dilihat setelah 3 bulan sampai 12 bulan.

Investasi ini juga sering disebut dengan istilah investasi sementara atau sekedar untuk mengamanankan dana yang dimiliki sambil menunggu munculnya peluang investasi lain yang memiliki keuntungan relatif lebih bagus.

Setidaknya ada dua ciri yang membuat sebuah instrument investasi bisa disebut investasi jangka waktu pendek. Pertama investasi tersebut harus memiliki kualitas tinggi, kedua instrument investasi tersebut harus sangat likuid dan mudah cepat dijual kembali.

Meski secara sepintas investasi jangka pendek terlihat begitu sempurna, ada satu kekurangan yang dimilikinya. Dibandingkan dengan investasi jangka panjang, investasi jangka pendek memiliki keuntungan yang relatif jauh lebih rendah.

Ada macam-macam investasi yang masuk kedalam kategori ini, salah satunya yang paling populer adalah investasi raksa dana.

Baca Juga : Macam Macam Aplikasi Google dan Fungsinya

Pilihan Instrument Investasi yang Populer dan Menguntungkan di Indonesia

Seperti yang telah dibahas sebelumnya berdasarkan jangka waktunya, investasi dapat dibagi dua kategori yakni investasi jangka waktu pendek dan waktu panjang. Keduanya memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing.

Namun, investasi apa saja yang tersedia dan menguntungkan. Berikut ini beberapa contoh instrumen investasi yang cukup populer di indonesia.

1. Deposito

Sebenarnya deposito ini mirip dengan tabungan. Resikonya yang rendah membuat deposito kerap dipili oleh investor bagi pemula atau baru menenal investasi. Tetapi jika dibandingkan dengan tabungan, ada dua hal yang membedakannya yaitu tingkat bunga dan adanya jatuh tempo.

Untuk suku bunga deposito lebih tinggi dibandingkan dengan tabungan biasa. Secara umum, bunganya ada di kisaran 5-6% per tahunnya.

Ada juga beberapa bank yang menawarkan suku bunga lebih dari 6%. Semakin banyak uang yang diinvestasikan, semakin tinggi juga bunga yang kalian dapat karena biasanya seperti itu.

Meski memiliki suku bunga yang tinggi, uang yang kalian investasikan untuk deposito tidak bisa diambil sewaktu-waktu layaknya tabungan. Ada tenor yang mengikat, sebelum deposito itu jatuh tempo kalian tidak dapat menyentuhnya sama sekali.

Tenor jatuh tempo sendiri banyak ragam, setiap bank memiliki kebijakan masing-masing. Namun secara umum, rata-rata bank menyediakan tenor maksimal 12 Bulan.Meski demikian, ada juga beberapa bank yang menawarkan tenor deposito hingga 24 bulan.

2. Properti

Investasi properti memiliki beberapa kesamaan dengan investasi emas. Ada benda fisik yang anda beli disini, nilainya juga dipastikan terus mengalami peningkatkan tanpa banyak fluktuasi. Selain itu, resiko juga terbilang rendah.

Ada beberapa model investasi yang biasa digunakan. Cara yang paling sederhana adalah dengan membeli tanah, membangun properti diatasnya dan menjuanya saat dinilai sangat cukup tinggi.

Sedangkan untuk cara yang kedua, kalian bis menyewakan properti itu untuk mendapatkan penghasilan.

Jangan lupa untuk mempertimbangkan resiko seperti kerusakan bangunan. Meski resiko investasi ini dibilang rendah, properti adalahaset yang rusak oleh jangka waktu.

Kalian harus merawatnya agar nilainya tetap terjaga, biaya yang sudah dikeluarkan ini nantinya juga perlu dipertimbangkan saat hendak menjual properti.

Investasi properti ini tergolong sebagai investasi jangka waktu panjang. Jadi untuk mendapatkan keuntungan, memang harus menahannya dalam waktu yang cukup panjang.

3. Saham

Potensial namun beresiko tinggi, mungkin seperti itulah gambaran singkat mengenai investasi saham. Saham sebenarnya merupakan bukti kepemilikan sebuah perusahaan.

Saat kalian membeli saham, pada dasarnya kalian membeli sebagian kepemilikan atas perusahaan yang mengeluarkannya. Jadi semakin banyak saham yang kalian beli, semakin banyak juga persentase kepemilikan perusahaan yang kalian dapatkan.

Keuntungan investasi saham biasanya berasal dari dividen dan pertumbuhan nilai saham itu sendiri. Dividen sendiri diambil dari keuntungan yang diperoleh perusahaan, namun perlu dicatat tidak semua perusahaan membagikan dividen kepada investornya.

Beberapa perusahaan justru memilih menggunakan keuntungan yang didapat untuk mengembangkan bisnisnya.

Jika dibandingkan dengan dua jenis investasi sebelumnya, resiko saham terbilang yang paling tinggi. Butuh pemahaman dan analisis yang cukup mendalam sebelum memutuskan untuk membeli saham sebuah perusahaan, namun sebagai alternatif ini ada raksadana saham yang resikonya lebih rendah tetapi memiliki potensi keuntungan yang mendekati dengan investasi saham.

4. Emas

Bagi kalian yang tertarik dengan jenis investasi fisik dengan nilai intrinsik ysng lebih jelas, emas bisa menjadi pilihan yang cukup menarik.

Investasi emas juga resikonya sangat rendah, nilainya pun cenderung stabil dan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Jika ingin berinvestasi emas, sebaiknya memilih emas batangan. Berbeda dengan emas perhiasan, nilai emas batangan ini murni dinilai dari beratnya, Kalian juga harus menyiapkan tempat untuk menyimpan emas tersebut yang sudah dibeli. Untuk penyimpanan sendiri, kalian bisa menyimpannya sendiri atau menyewa deposit box di bank.

Selain membeli di toko, kalian juga bisa membeli emas lewat aplikasi. Disini kalian tidak harus membeli emas batangan dengan dengan berat 0,5 gram atau mengeluarkan beberapa ratus ribu rupiah untuk memulai investasi emas.

Jika dana yang tersedia memang masih terbatas, kalian bisa membeli emas dengan harga Rp. 100.000.

5. Reksadana

Apa itu reksadana? Secara sederhana, reksa dana adalah sebuah instrument investasi dimana dana dari beberapa investor dikumpulkan menjadi satu kemudian diinvestasikan ke instrumen-instrumen investasi yang ada dipasar modal.

Reksadana sendiri terbagi 5 jenis, kelima jenis reksadana ini meliputi reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham, reksadana campuran dan reksadana index.

Setiap jenis reksadana memiliki potensi dan resiko yang berbeda-beda. Untuk resiko terendah reksadana pasar uang, sedangkan untuk potensi keuntungan besar dan resiko yang juga tinggi kalian bisa memilih reksadana saham.

Baca Juga : Samsung S22 5G Harga dan Spesifikasi

Penutup

Mungkin hanya itu yang dapat mimin sampaikan mengenai jenis investasi yang populer di indonesia, semoga bermanfaat bagi kalian yang ingin berinvestasi dibidang yang kalian inginkan.

Kemudian bagi yang ingin mengetahui informasi menarik lainnya kalian bisa kunjungi di Semutku.com, Akhir kata sekian dan terimakasih.

Leave a Comment