Menentukan Tujuan Investasi dengan Goal Based Investing

Investasi adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk memperoleh keuntungan dan mengembangkan kekayaan secara finansial.

Namun, seringkali orang melakukan investasi tanpa mempunyai tujuan yang jelas, sehingga hasil yang didapat tidak sesuai dengan harapan.

Untuk menghindari hal tersebut, muncullah konsep Goal Based Investing (GBI) atau investasi berbasis tujuan.

GBI menekankan pentingnya menentukan tujuan investasi secara spesifik dan realistis, serta mengatur strategi investasi yang sesuai dengan tujuan tersebut.

Dalam GBI, ada tiga tahap penting yang perlu dilakukan, yaitu:

1. Menentukan Tujuan Investasi

Tentukan tujuan investasi yang spesifik, terukur, realistis, dan relevan dengan kondisi finansial Anda.

Tujuan ini dapat berupa kebutuhan jangka pendek, menengah, atau jangka panjang. Beberapa contoh tujuan investasi antara lain, membeli rumah, biaya pendidikan anak, dana pensiun, atau liburan impian.

2. Mengukur Risiko

Setelah menentukan tujuan investasi, langkah selanjutnya adalah mengukur risiko yang akan dihadapi. Risiko yang dimaksud bisa berupa risiko pasar, risiko kredit, atau risiko likuiditas.

Dalam mengukur risiko, penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti lama investasi, jumlah dana yang akan diinvestasikan, serta kebijakan perusahaan investasi yang dipilih.

3. Memilih Strategi Investasi

Setelah menentukan tujuan investasi dan mengukur risiko, langkah selanjutnya adalah memilih strategi investasi yang sesuai dengan tujuan tersebut. Beberapa strategi investasi yang bisa dipilih, antara lain:

  • Investasi pada instrumen keuangan yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi, seperti saham, obligasi, reksadana, atau properti.
  • Diversifikasi portofolio, yaitu membagi dana investasi pada beberapa instrumen keuangan atau sektor usaha yang berbeda untuk meminimalkan risiko kerugian.
  • Melakukan rebalancing portofolio secara berkala untuk memastikan bahwa komposisi portofolio tetap sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi.

Dengan mengikuti tiga tahap tersebut, maka investasi yang dilakukan akan lebih terarah dan berpeluang menghasilkan return yang diharapkan.

Selain itu, GBI juga dapat membantu Anda untuk tetap fokus pada tujuan investasi Anda, sehingga tidak tergoda untuk melakukan investasi yang tidak sesuai dengan kebutuhan finansial.

Namun, perlu diingat bahwa investasi selalu mengandung risiko. Oleh karena itu, pastikan untuk melakukan riset dan konsultasi dengan ahli keuangan sebelum memutuskan untuk melakukan investasi.

Jangan terlalu berani dalam mengambil risiko, namun juga jangan terlalu takut untuk berinvestasi karena ketakutan yang berlebihan justru dapat menghambat kesuksesan finansial Anda di masa depan.

Leave a Comment